oleh

Kembangkan Potensi Bersama, Nelayan dan Pembudidaya Lobster Bentuk PBNLI

Jakarta, Geomaritimnews. – Para pelaku usaha lobster, khususnya para nelayan dan pembudidaya, membentuk wadah dengan sebutan Perkumpulan Budidaya dan Nelayan Lobster Indonesia (PBNLI).

Deklarasi sekaligus pengukuhan pengurus PBNLI, berlangsung di Hotel Aston, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (12/8).

Ketua Umum PBNLI, Samingin mengatakan, potensi lobster di Indonesia sangat besar, tetapi budidaya lobster baik laut maupun tawar belum dilakukan secara maksimal.

“Oleh karena itu, dalam rangka semangat menumbuhkembangkan pembudidayaan lobster tersebut, serta meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan pembudidaya lobster, dibentuklah
Perkumpulan Budidaya dan Nelayan Lobster Indonesia,” kata Samingin dalam sambutannya.

Penerbitan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020 tentang pengelolaan lobster, kepiting, dan rajungan, menurut Samingin, momen tepat untuk mengembangkan komoditas lobster yang sampai saat ini masih belum banyak dilakukan nelayan Indonesia.

Bahkan, Indonesia tertinggal jauh dibandingkan Vietnam yang sudah menjadi produsen utama dunia.

“Padahal selama ini bangsa kita dikenal sebagai penghasil lobster terbaik di dunia,” ucapnya.

Oleh sebab itu, dengan dideklarasikan berdirinya PBNLI kata Samingin, agar bisa meraih kembali kebanggaan kita sebagai negara penghasil lobster nomor satu di dunia.

Tidak hanya itu saja, PBNLI akan menumbuh kembangkan semangat pembudidayaan lobster baik di laut maupun di darat yang akhirnya bermuara pada meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan nelayan lobster.

“Kita juga akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara penghasil lobster nomor satu di dunia,” ujar Samingin.

Lalu bagaimana caranya agar PBNLI bisa mensejahterakan anggotanya sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah?

Samingin memaparkan, anggota PBNLI jumlahnya ribuan dan tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dari Miangas sampai Pulau Rote.Bahkan, berada di pulau-pulau terdepan dan terpencil di seantero Nusantara.

“Kami seluruh jajaran pengurus akan memberikan edukasi tentang penangkapan lobster maupun benih bening yang berkelanjutan dan memperhatikan dampak lingkungan maupun sosial kemasyarakatan,” katanya.

Berikutnya, mendorong terjalinnya kerjasama nelayan dengan pengusaha dan pembudidaya lobter.

“Kami juga akan mendorong adanya regulasi pemerintah yang dapat memberikan kepastian berusaha dan meningkatkan kesejahteraan bagi nelayan dan pembudidaya lobster,” katanya.

Selain itu juga, mendorong ekspor lobster dengan membuka pasar baru di dunia melalui peningkatan mutu dan kualitas produksi lobster.

“PBNLI siap mendatangkan tenaga ahli dari Vietnam untuk berbagi pengetahuan dalam meningkatkan kualitas budidaya lobster di Indonesia. Terlebih, komoditas lobster saat ini mengalami kenaikan produksi di seluruh dunia,” kata Samingin.

Dia menambahkan, dari lima lobster yang ada di wilayah perairan Indonesia, tercatat lobster mutiara dan lobster pasir menjadi lobster yang potensial untuk dikembangkan melalui sistem budi daya perikanan yang ada.

Dan agar bisa mewujudkan pengelolaan sumber daya lobster yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, maka regulasi tata kelola sumber daya perikanan lobster perlu diterapkan untuk memperkuat tata kelola benih lobster.

“PBNLI akan menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus memperjuangkan adanya regulasi peraturan yang adil, stabilitas harga lobster di pasar, terjaminnya sumber pendapatan dan kesejahteraan nelayan pembudidaya lobster sekaligus keberlanjutan bagi alam,” ujar Samingin.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed