oleh

Ilmuwan Berhasil Temukan 30 Spesies Hewan Laut Baru di Kepulauan Galapagos

Jakarta, Geomaritimnews, – Tim ilmuwan kelautan internasional berhasil menemukan 30 spesies baru hewan laut tak bertulang belakang atau invertebrata di perairan yang mengelilingi Galapagos. Penemuan ini dikonfirmasi oleh otoritas taman nasional setempat, Galapagos National Park (GNP).

Para peneliti dari Charles Darwin Foundation (CFD) bekerja sama dengan National Park Directorate and the Ocean Exploration Trust menyelidiki laut dalam di sekitar Galapagos kedalaman 3.400 meter dengan menggunakan robot penjelajah canggih Remote Operated Vehicle (ROV). Dua ROV yang dijuluki Argus dan Hercules dioperasikan dari kapal eksplorasi Nautilus setinggi 64 meter.

Mereka menjelajahi tiga gunung bawah laut yang curam, terletak di dekat pulau Darwin dan Wolf di utara kepulauan Galapagos. Daerah ini adalah rumah bagi populasi hiu terbesar di dunia. Kepulauan Galapagos sendiri terletak 1.000 kilometer di barat Ekuador. Tempat itu menjadi ekosistem rapuh yang menampung jutaan spesies hewan di planet ini.

“Gunung laut yang masih asli ini berada di cagar laut Galapagos Marine Reserve dan dilindungi dari aktivitas manusia yang bisa merusak habitat, seperti menangkap ikan dengan pukat dasar atau penambangan laut dalam yang diketahui memiliki dampak bencana pada komunitas rentan,” ujar Pelayo Salinas de Leon, seorang ahli kelautan di CDF yang memimpin penelitian.

“Sekarang menjadi tanggung jawab kami untuk memastikannya tetap lestari untuk generasi yang akan datang.”

Penemuan spesies baru “lobster jongkok

Hasil eksplorasi tersebut, para peneliti menemukan kelompok karang dan spons jenis baru, termasuk 10 karang bambu, empat oktokoral, satu bintang ular, 11 spons, dan empat spesies baru krustasea yang dikenal sebagai lobster jongkok di laut dalam sekitar Galapagos.

“Penemuan ini termasuk karang lunak soliter raksasa pertama yang dikenal dengan Pasifik Timur Tropis, genus spons kaca baru yang dapat tumbuh dalam koloni dengan lebar lebih dari satu meter, dan kipas laut berwarna-warni yang menampung segudang spesies terkait,” ungkap Charles Darwin Foundation (CDF) dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Science Alert.

Menurut Dr Nicole Raineault, kepala ilmuwan dari Ocean Exploration Trust, banyaknya penemuan dari ekspedisi ini menunjukkan pentingnya eksplorasi laut untuk menambah pemahaman ihwal kehidupan laut dalam.

“Karena kami tidak pernah tahu apa yang akan kami temukan, kami ROV yang terhubung ke kapal dan berkomunikasi langsung dengan tim secara real time untuk membantu menentukan apa yang benar-benar baru dan layak untuk diselidiki lebih lanjut,” kata Raineault. “Para ilmuwan yang mempelajari video, data, dan spesimen yang dihasilkan membuat sejumlah penemuan yang mencengangkan, mengingatkan kita betapa sedikit yang kita ketahui tentang laut dalam.”

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed