oleh

Bupati Anambas Larang Kapal Pukat Mayang dan Cantrang Berlabuh, Usai di Demo Ratusan Nelayan

Jakarta, Geomaritimnews, – Usai di Demo oleh Ratusan Nelayan Anambas di Kantor DPRD Anambas kemarin, Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris SH bersama DPRD Anambas, HNSI Anambas dan Instansi Vertikal yang ada di Anambas langsung turun ke lokasi berlabuhnya Kapal Pukat Mayang yang tidak jauh berada di laut Anambas, Kamis, (3/9).

Abdul Haris, SH langsung pimpin sidak ke Kapal Pukat Mayang yang berada di Desa Bayat Kecamatan Siantan Utara, dan di Desa Tarempa Timur, terdapat belasan kapal Pukat Mayang yang berlabuh di daerah tersebut.

Sesampainya di lokasi Bupati beserta rombongan langsung di sambut baik oleh Kapten kapal dan semuanya sepakat untuk meninggalkan Laut Anambas pada pukul 17.00 WIB sesuai yang di perintahkan oleh Bupati Anambas.

Abdul Haris, SH dalam penyampaianya mengatakan bahwa mulai hari ini Kapal Pukat Mayang, Kapal Cantrang, dan Kapal KIA dilarang keras untuk berlabuh apalagi beroprasi di perairan Anambas.

“Kita perintahkan agar Kapal Pukat Mayang yang berlabuh di Anambas untuk segera pergi dari laut Anambas, hal tersebut atas dasar permintaan para nelayan yang baru saja unjuk rasa di depan Kantor DPRD Anambas”.

Lanjut Orang nomor satu di Anambas itu, dirinya kembali mengatakan bahwa kita siap bersama sama Nelayan untuk menindaklanjuti apa yang menjadi keresahan masyarakat nelayan, ini adalah bukti bahwa pemerintah daerah serius untuk memikirkan nasip para Nelayan.

” Kami pemerintah daerah, DPRD, dan instansi vertikal akan terus bersama sama dengan Nelayan untuk mengawasi kapal yang sudah di anggap meresahkan masyarakat nelayan Anambas” tuturnya.

Sementara itu Dedi Syahputra Sekretaris HNSI Anambas ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, DPRD, dan instansi vertikal yang langsung melakukan aksi nyata, hal ini sebenarnya yang di inginkan oleh para nelayan, mari kita jaga laut kita untuk kesejahteraan masyarakat nelayan Anambas, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di sektor perikanan.

“Hal seperti ini yang kita idam idamkan sejak dulu, peran pemerintah daerah, baik itu Exsekutif maupun legislatif serta instansi vertikal untuk bersama sama dengan nelayan, semoga dengan kegiatan nyata ini bisa menjadi ladang peningkatan ekonomi masyarakat nelayan” tutupnya.

Pihak Kapal yang tidak diketahui namanya mengatakan bahwa pihaknya sangat kooperatif dengan apa yang menjadi keputusan serta kesepakatan yang sudah di sepakati pada saat aksi Demo tadi.

“Kami akan meninggalkan Laut Anambas sore ini juga, dan kami juga berharap agar kapal yang serupa dengan kami agar di perlakukan yang sama, terkhusus kepada Kapal Ikan Asing yang sering kami jumpai, mengapa demikian hal ini untuk menerapkan hal yang sama, jangan kami warga Indonesia bekerja di laut Indonesia di usir, sedangkan Kapal Ikan Asing (KIA) di biarkan. harapnya.

Tak sampai disitu Abdul Haris, SH menjelaskan bahwa pihaknya tidak pandang bulu untuk menjaga laut Anambas demi kesejahteraan masyarakat nelayan, apalagi kepada KIA yang sudah di sampaikan kepada kami, hal ini akan kita sampaikan kepada pemerintah pusat,tuturnya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed