oleh

Alur Muara Alami Pendangkalan, Ratusan Kapal Nelayan Bangka Terjebak di Pelabuhan

Jakarta, Geomaritimnews, – Kapal nelayan tidak bisa keluar masuk pelabuhan dikarenakan alur muara Jeletik mengalami pendangkalan, hal tersebut sudah berlangsung selama hari terakhir.

Ratusan kapal dan ribuan nelayan  tersebut terjebak di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Parit Pekir, Kelurahan Jeletik, Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.

Nelayan berharap kepada pemerintah daerah agar dapat memberikan solusi agar alur muara Jeletik yang saat ini dangkal dapat segera dilakukan pengerukan dan diperlebar oleh PT Pulomas Sentosa selaku perusahaan yang diberikan wewenang.

“Kami di sini banyak ada beberapa rombongan mencapai ribuan orang nelayan. Masalah kami cuma satu coba diusahakan muara Jeletik itu (dikeruk). Kami nelayan dari laut lari karena gelombang besar sampai di muara lagi bingung saat akan masuk muara selamat ngak kami ini. Masalahnya kalau kapal kami terbalik kami cuma bisa angkat tas jadi barang – barang habis termasuk ikan hasil tangkapan,” keluh Sarmin, nelayan Parit Pekir Kelurahan Jeletik Kecamamatan Sungailiat, Bangka, Kamis (14/1/2021).

Menurut Sarmin, bila nelayan Parit Pekir tidak merasa takut melaut bukan dikarenakan takut pada gelombang tapi yang dikhawatirkan pada saat pulang melaut alur muara Jeletik mengalami pendangkalan.

“Ini perahu besar kepala merah mau keluar nih, sudah muat tiga hari tapi takut keluar dia, kelihatan pasir di sana itu (muara Jeletik) turun jadi khawatir tidak bisa lewat,”kata Sarmin.

Ia berharap kepada pemerintah daerah dapat memberikan solusi ditengah keresahan para nelayan.

“Harapan kami sebagai nelayan agar alur muara diperdalam dan diperluas lagi, pokoknya yang penting kapal kami bisa keluar masuk dengan aman,”harap Sarmin.

Sementara Sardin, nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Jeletik mengungkapkan, jika dalam kurun waktu satu pekan terakhir sudah terdapat dua kapal nelayan yang karam saat melintas di muara Jeletik.

“Kapal nelayan yang karam itu rata – rata kandas saat masuk ke muara. Nah, pada saat kandas itulah kapal langsung dihantam gelombang. Kami berharap kepada pemerintah dapat memberikan solusi kepada nelayan agar bisa kembali melaut dengan tenang. Ya, satu-satunya memperlebar areal pengerukan dialur muara,”pintanya.

Pantauan suara.com, tampak gundukan pasir di kedua sisi alur muara Jeletik dengan ketinggian mencapai belasan meter. Pasir tersebut merupakan hasil pengerukan dari alur muara yang dilakukan PT Pulomas Sentosa.

Humas PT Pulomas Sentosa Sungailiat Kabupaten Bangka, Yanto alias Acun beberapakali dihubunggi wartawan belum juga memberikan jawaban.

Terpisah tokoh pemuda Bangka, Suhendro berharap PT Polomas Sentosa dapat melakukan pengerukan dilokasi alur muara agar kapal nelayan dapat melintas di alur muara dengan tenang.

“Menurut saya PT Pulomas dapat menjalankan tugasnya dalam pengerukan alur muara Jeletik. Kita jangan saling menyalahkan tapi sebaiknya bersama-sama mencari solusi agar nelayan kedepannya bisa melaut dengan tenang,”harap Hendro.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed