oleh

Kini KKP Kerahkan Speedboat Di Perbatasan Untuk Cegah Pencurian Ikan Ilegal

Jakarta, Geomaritimnews, – Pemerintah masih terus berupaya untuk menangkal aksi Pencurian ikan ilegal yang masih terjadi di seluruh perairan Indonesia.

Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Drama Panca Putra mengaku, sepanjang tahun lalu tindak pencurian ikan di perairan Indonesia sempat meningkat.

“Untuk kapal ikan asing, memang awal-awal Indonesia terkena COVID-19 tahun lalu meningkat pencuriannya. Terbaca lewat radar kita. Sehingga hasil tangkapan KKP, Maret sampai Juni 2020 banyak sekali, terutama di wilayah 711 atau laut Natuna utara,” ujar Panca, Minggu (25/4/2021).

Namun, dia mengatakan, angka pencurian saat ini mulai turun. Hal itu berkat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan terkait. Selain pencurian, aksi penyelundupan juga jadi pekerjaan rumah bagi KKP.

“Paling banyak (penyelundupan) kita temukan melalui perbatasan RI-Singapura. Jambi, Batam dan sekitarnya itu jadi daerah operasional mereka. Yang diselundupkan kebanyakan ikan Dori dan benih Lobster. Dilihat dari jenis komoditasnya, kita duga penyelundupan berasal dari Singapura dan Vietnam,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pihaknya pun mengabil sejumlah langkah untuk mengantisipasi aksi pencurian dan penyelundupan tersebut. Pertama, sebutnya, edukasi. Dia bilang, hal itu perlu dilakukan karena tak menutup kemungkinan aksi itu melibatkan nelayan Indonesia.

Langkah kedua dengan meningkatkan patroli sebagai bentuk pencegahan. Di wilayah perbatasan, KKP sudah menyiapkan speedboat dengan kecepatan tinggi, untuk mengimbangi kapal pelaku penyelundupan yang bisa dipacu hingga 50 knot per jam.

“Dan terakhir ya tindakan represif untuk membuat efek jera, kalau perlu kita gunakan pasal berlapis. Banyak yang sudah dipenjarakan, pokoknya kita tuntaskan sampai titik darah penghabisan,” tambahnya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed