oleh

Menteri Trenggono Kunjungi Pelabuhan Untia, Untuk Rencanakan Pembangunan Breakwater

Jakarta, Geomaritimnews, – Untuk melihat langsung kondisi pelabuhan yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun 2016 lalu. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi Pelabuhan Perikanan (PPN) Untia Makassar, Jumat (18/6).

Trenggono mengaku perlu sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk lebih mengembangkan PPN Untia agar lebih diminati lagi nelayan di Sulsel, khususnya Makassar. Ia mengaku Pelabuhan perikanan merupakan komponen penting dalam sektor kelautan dan perikanan.

“Tidak hanya oleh KKP, dukungan dari pemerintah daerah agar nilainya bisa meningkat,” ujarnya.

Trenggono meyakini produktivitas perikanan tangkap di PPN Untia diyakini dapat ditingkatkan, karena memiliki potensi besar. Apalagi, PPN Untia berada di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 713 meliputi perairan Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Flores dan Laut Bali.

“Daerah penangkapan ini memiliki potensi tangkapan sebesar 1.177.857 ton. Selain itu, pelabuhan ini terletak di lokasi yang sangat strategis, yaitu berada di Kota Makassar dekat pelabuhan umum dan bandara, serta sentra pemasaran ikan dan distribusi ikan,” kata dia.

Ia mengatakan berdasarkan data pada tahun 2020, produksi tangkapan di PPN Untia mencapai 4.835 ton atau senilai Rp96 miliar dengan hasil tangkapan yang didominasi oleh jenis ikan tongkol, kurisi, cakalang, dan layang. Untuk itu, kata Trenggono, KKP akan melakukan optimalisasi dan fasilitas PPN Untia agar lebih banyak lagi nelayan yang sandar.

“Rencananya akan dilakukan dengan menambah rambu navigasi dan pembangunan breakwater. Tindakan ini nantinya diharapkan akan meningkatkan aktivitas bongkar muat ikan pada pelabuhan ini sehingga lebih ramai dari sebelumnya,” ucapnya.

Selain itu, peningkatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya tarik PPN Untia agar para investor pelaku perikanan menanamkan modalnya. Ia berharap dengan berkembangnya PPN Untia tersebut bisa mendorong perekonomian Sulsel.

“Sulsel merupakan salah satu daerah memiliki potensi untuk pengembangan perikanan, baik untuk konsumsi dalam negeri dan lokal maupun untuk ekspor. Hal ini dikarenakan budaya masyarakat Sulawesi Selatan yang gemar mengonsumsi ikan,” ucapnya.

Sekadar diketahui, sejak diresmikan oleh Presiden Jokowi dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan pada tahun 2016, PPN Untia kurang diminati oleh para nelayan untuk aktivitas bongkar muat hasil tangkapan ikan. Bahkan PPN Untia pernah mendapatkan julukan Pelabuhan Hantu, karena sepinya aktivitas bongkar hasil tangkapan nelayan.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed