oleh

KKP Tampung Hasil Tangkapan Nelayan di Cold Storage Untuk Jaga Kualitas Ikan

-Tak Berkategori-2.341 views

Jakarta, Geomaritimnews, –   Ketersediaan cold storage atau gudang pendingin yang tersebar di berbagai daerah oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dianggap mampu menampung hasil tangkapan nelayan selama kondisi pandemi virus corona yang menghambat produksi nelayan.

Kapasitas cold storage yang berada di setiap pelabuhan perikanan tidak sama, tetapi operasional cold storage tersebut dapat menyimpan ikan agar kualitasnya terjaga dengan baik.

“Ikan dapat disimpan sebagai stok dan menjadi cadangan saat musim sulit ikan,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, M. Zulficar Mochtar, Kamis (30/4).

Menurutnya, dalam kondisi PSBB di beberapa daerah, ada kemungkinan ikan tidak optimal diserap pasar.

Dengan demikian, selama belum terserap ikat adapat disimpan di cold storage dan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan stok saat Ramadan hingga Lebaran yang trennya selalu meningkat sekitar 20 persen dari kebutuhan normal. Dengan tercukupinya stok ikan, harga ikan diharapkan dapat tetap stabil.

“Menteri KKP telah memberikan instruksi agar ikan tangkapan nelayan dapat diserap oleh perusahaan dan BUMN. PT Perikanan Nusantara [Perinus] dan Perusahaan Umum Perikanan Indonesia [Perum Perindo] kita harap dapat membantu menyerap ikan dan produk perikanan tangkapan nelayan,” ujarnya.

Zulficar menambahkan petugas pengelola cold storage juga telah diberikan pembekalan agar tetap menjaga kualitas ikan yang disimpan sesuai dengan standar cara penanganan ikan yang baik.

Selain itu, ujar dia, fasilitas penunjang lainnya juga disiapkan meliputi ABF, loading room, packing room, dry storage hingga permesinan dan kelistrikan yang optimal.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Perindo, Farida Mokodompit mengatakan bahwa Perindo siap menjadi meniadi pelaku Sistem Resi Gudang untuk menampung hasil tangkapan nelayan yang melimpah.

“Perum Perindo saat ini mengelola 15 cold storage dari Aceh sampai Papua dengan kapasitas total 4.170 ton,” kata Farida.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.