oleh

Terdampar di Pulau Karena Kapal Tergulung Ombak, Nelayan Tapanuli Bertahan 4 Hari Dengan Konsumsi Beras

-Tak Berkategori-2.614 views

Jakarta, Geomaritimnews, – Dua nelayan dilaporkan hilang kontak di perairan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, keduanya terakhir terlihat menaiki Kapal Motor (KM) Gemilang 717 GT 02, sejak Minggu (17/5).

Kedua nelayan baru berhasil ditemukan terdampar di Pulau Mursala pada Kamis (21/5). Satu awak yang diketahui sebagai nakhoda (tekong) Usman Harahap (50) ditemukan selamat.

Namun, seorang lainnya yakni Zulfahmi Pasaribu (38) sudah dalam kondisi meninggal dunia. “Nakhoda ditemukan selamat, sedangkan ABK ditemukan meninggal dunia,” ujar Kepala Urusan Humas Polres Sibolga Iptu R Sormin, Jumat (22/5).

Sormin menjelaskan, keduanya berangkat dari Kuala Pasar Tarandam, Kecamatan Barus pada Jumat pekan lalu untuk mencari ikan di perairan Pulau Mursala. Kemudian 2 hari setelahnya, pemilik kapal tidak bisa menghubungi telepon seluler keduanya.

“Pemilik kapal sebelumnya juga sudah menanyakan kepada nelayan yang melaut, namun tidak ada melihat kapal yang dimaksud,” ucap Sormin.

Merasa khawatir, pemilik kapal melaporkan hal itu ke Kepala Desa setempat. Laporan kemudian diteruskan kepada Satuan Polairud Polres Sibolga.

“Mendapat laporan itu, personel dari Satpolairud Polres Sibolga bersama Polairud Baharkam, Basarnas membentuk tim dan melakukan upaya pencarian. Namun saat itu, cuaca sangat tidak mendukung dan tim memutuskan kembali ke komando,” ujar Sormin.

Nakhoda kapal yang ditemukan selamat menceritakan, sebelum kejadian nahas itu, kapal  mereka mengalami kerusakan dan mati mesin.

Saat itu, kondisi cuaca hujan deras dan disertai badai. Sebagai nakhoda, Usman berusaha mengarahkan kapal ke pinggiran Pulau Mursala. Namun, belum sampai di pinggir, tiba-tiba Zulfahmi melompat dari atas kapal dan digulung ombak.

“Kondisi kapal hancur dihantam ombak. Lokasi kejadian juga sangat jarang dilalui kapal-kapal nelayan. Itu yang menjadi kendala pencarian,” kata Sormin.

Sormin mengatakan, nahkoda yang selamat bertahan hidup dengan mengonsumsi sisa bahan makanan yang bisa diselamatkan.

“Mereka biasanya bawa beras, jadi ada sisa bahan makanan yang masih terselamatkan dan itu yang dimakan selama beberapa hari sebelum ditemukan,” ujar Sormin.

Sementara itu, Koordinator Pos SAR Sibolga Hari Susanto yang ikut melakukan pencarian mengatakan, kedua korban ditemukan berdekatan dan tidak jauh dari lokasi Air Terjun Pulau Mursala.

Lokasi tersebut pernah dijadikan sebagai tempat pengambilan gambar untuk film. “Keduanya sudah kita bawa ke Sibolga, sedangkan jenazah sudah dibawa ke rumah sakit dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga.” ujar Hari.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.