oleh

Keluhkan Penjualan Ikan yang Semakin Menurun, Nelayan Serang Kebingungan Mencari Pembeli

-Tak Berkategori-2.485 views

Jakarta, Geomaritimnews, – Terus menurunya penjualan ikan hasil tangkapan membuat para Nelayan tradisional di Pelabuhan Perikanan Karangantu, Kota Serang, mengeluh karena terdampak pandemi COVID-19 dalam beberapa bulan terakhir.

“Iya, Corona ini sangat berpengaruh kepada penghasilan kita (nelayan). Imbasnya ke kebutuhan rumah juga dan kita juga bingung mau jual kemana kalau situasi seperti ini,” ujar Sudading (53), salah seorang nelayan tradisional di Karangantu, Kota Serang, Jumat (22/5).

Sudading mengaku dalam sebulan terakhir ini ada penurunan pembeli ikan laut, sehingga para nelayan kebingungan dalam memasarkan hasil tangkapan mereka.

“Karena biasanya sebelum Corona ini ada pelanggan yang datang dari luar memesan. Kalau sekarang kita bingung mau jualnya juga,” katanya.

Sudading mengungkapkan dengan kondisi seperti ini banyak pesanan yang ditunda karena biasanya ia mengirimkan ikan hasil tangkapanya langsung ke pemesan di sejumlah wilayah di luar Kota Serang.

“Banyak pesanan kita dari Rangkas, Cikesal, dan daerah lainnya yang ditunda. Biasanya kita kirim lewat kereta dan sekarang di tutup, mau naik mobil juga ongkosnya lebih mahal,”  ungkapnya.

Ia berharap pemerintah agar memperhatikan kondisi para nelayan yang terdampak COVID-19 ini dan memberikan perlindungan serta pemberdayaan bagi keluarga nelayan.

“Kita berharap untuk saat ini ada perhatian dari pemerintah. Karena saat ini belum ada, cuman kita berharap saja. Paling kemarin juga kita dapat bantuan beras saja, itu juga ada yang dapat, ada juga yang tidak,” tambah Sudading.

Sementara pelelang ikan laut di Pasar Karangantu Haryadi (47) mengatakan meski hasil tangkap ikan laut terbilang banyak. Namun karena ada pembatasan terhadap pengunjung otomatis mempengaruhi penjualan di pasar.

“Pembelinya sekarang berkurang karena ada pembatasan sosial dari pemerintah. Kalau dari hasil tangkapan ikan tidak ada pengaruhnya,” kata Haryadi.

Haryadi mengaku di tengah pandemi COVID-19 ini sangat berpengaruh terhadap pendapatan dan penjualan ikan.

“Untuk pendapatan jelas jauh berbeda, sekarang ini boro-boro untung, sepi terus tiap hari. Hanya saja bulan puasa agak sedikit ramai,” kata dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.