oleh

Bantu Serap Hasil Tangkapan Nelayan, KKP Diharap Terus Jalankan Program Pembagian Nasi Ikan

-Tak Berkategori-2.612 views

Jakarta, Geomaritimnews, –  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui berbagai direktorat secara keseluruhan membagikan puluhan ribu nasi dengan lauk ikan kepada warga yang terdampak Covid-19 pada Ramadhan 1441 Hijriah.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto memaparkan nasi ikan yang dibagikan setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perikanan Budidaya (DJPB) berjumlah 100 bungkus setiap harinya dan kantor pusat DJPB sendiri ditargetkan 3.200 bungkus, sehingga total nasi bungkus yang akan dibagikan oleh DJPB kurang lebih sebanyak 33.200 bungkus selama 20 hari di bulan Ramadhan 1441 H ini.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo pada tgl 13 April 2020 lalu menyampaikan bahwa mengonsumsi ikan dapat meningkatkan imunitas tubuh demi mencegah Covid-19.

“Melalui gerakan ‘Nasi Ikan’ ini kita dapat membantu UMKM Indonesia, selain itu secara tidak langsung akan meningkatkan pembelian ikan hasil budidaya di masyarakat sehingga ikan yang dihasilkan pembudidaya dapat tetap terjual dan usaha budidaya ikan tetap berjalan di tengah pandemi COVID-19 ini,” ujar Slamet.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan mendukung gerakan berbagi nasi ikan yang dipelopori Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, ini akan membantu membantu penyerapan hasil tangkapan nelayan dan hasil produksi pembudidaya.

Selain membantu para nelayan, pembagian nasi ikan juga menolong masyarakat Indonesia yang kini membutuhkan gizi protein untuk menjaga daya tahan tubuh tetap kuat di tengah pandemi Covid-19.

“Nasi ikan membantu gizi masyarakat yang saat ini banyak kesulitan untuk membeli makan sehari-hari,” ujarnya di Jakarta.

Menurut dia, program positif itu harus dicontoh oleh seluruh pihak termasuk kementerian dan lembaga pemerintahan lainnya. Sehingga, masyarakat merasakan peran pemerintah di tengah adanya wabah Covid-19. “Ini terobosan yang harus diperluas dan dilakukan banyak pihak,” katanya.

Tak lupa juga dia mengimbau kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk terus melanjutkan gerakan tersebut hingga pandemi corona selesai. “Penting banget dilanjutkan, kan dampak Covid-19 masih panjang, dan makin ke depan makin rawan dampak sosial dan kemanusiaannya,” katanya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.