oleh

Warga Pesisir Totomala Usir Nelayan Pendatang yang Melaut Menggunakan Bom Ikan

-Tak Berkategori-2.887 views

Jakarta, Geomaritimnews, – Warga Desa Totomala Kecamatan Wolowae telag mengusir sejumlah nelayan atau pendatang yang sering melakukan pengemboman ikan di Pantai Utara Flores.

Pondok yang menjadi tempat tinggal nelayan bukan asal Nagekeo di wilayah Totomala sudah dibongkar.

“Kami sudah usir. Mereka baru pulang Februari kemarin. Kami sudah bongkar semua. Rusak lingkungan dan kami usir mereka tahun 2019. Karena sangat merusak terumbu karang,” ungkap tokoh adat Totomala, John Padu, Minggu (10/5)

Ia mengatakan ulah nelayan yang melakukan bom ikan sangat meresahkan dan merusak lingkungan. Biota laut rusak dan lingkungan sangat tidak mencerminkan budaya ramah lingkungan.

“Kami beberapa waktu lalu itu bersama pihak kecamatan bongkar itu pondok yang mereka tinggal. Mereka bukan asli dari disini. Mereka orang dari luar,” tegasnya.

Ia mengatakan saat ini hanya modal teropong untuk memantau pergerakan nelayan dari atas bukit.

“Sekarang kami ada teropong dan kami biasa pantau. Itu diberikan dinas kelautan Provinsi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pantai Utara Flores khususnya di wilayah Nagekeo rawan terjadi bom ikan.

Akibatnya biota laut hancur dan hilang karena prilaku sekelompok orang yang tak bertanggungjawab merusak lingkungan.

Dari tahun sebelumnya hingga awal tahun 2020 marak terjadi bom ikan diwilayah pantai utara Flores khususnya Desa Totomala dan sekitarnya di Kecamatan Wolowae.

John juga mengatakan orang yang menggunakan bom ikan dipastikan bukan warga Nagekeo dan mereka adalah pendatang yang menginap di pinggir pantai.

Ada sebuah pondok dipinggir pantai yang dijadikan tempat tinggal para terduga pelaku bom ikan.

“Disini rawan sekali bom ikan. Mereka bukan asli disini” ungkap John.

John mengatakan bom ikan dilakukan hampir setiap hari. Akibatnya biota laut yang lain hancur, ikan kecil dan terumbu karang mati serta Mangrove hancur.

Ia mengatakan gegara bom ikan semuanya hancur. Lingkungan hancur dan tidak ramah lingkungan.

Saat ini pihaknya terus melakukan pengawasan sehingga tidak ada lagi kegiatan penghancuran lingkungan.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.