oleh

Ramai Saat PSBB dan Ombak Besar, Wisatawan Pantai Karangsong Dibubarkan Paksa Polisi

-Tak Berkategori-2.585 views

Jakarta, Geomaritimnews, – Ratusan wisatawan Pantai Karangsong Indramayu dibubarkan paksa polisi, Senin (25/5/2020).

Kasat Polair Polres Indramayu, AKP Tohari mengatakan, dibubarkannya para wisatawan itu guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Mengingat pasang besar ombak laut dalam beberapa hari terakhir banyak menerpa kawasan pesisir pantai di berbagai daerah.

Terlebih saat berwisata, tak ada satu pun pengelola pantai yang mengawasi wisatawan karena tempat wisata itu sendiri sudah ditutup sementara waktu selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih dilaksanakan.

“Pembubaran ini termasuk didalamnya karena ada pasang air laut juga,” ujar dia.

Di Indramayu sendiri, diketahui sebanyak ribuan rumah warga di pesisir pantai di Kecamatan Kandanghaur terendam banjir rob akibat pasangnya air laut belum lama ini.

Banjir itu merendam tiga desa sekaligus, yakni Desa Eretan Wetan, Desa Eretan Kulon, dan Desa Kertawinangun pada Rabu (20/5/2020) malam lalu.

Kendati demikian, tujuan utama dibubarkannya para wisatawan itu, disebutkan AKP Tohari agar masyarakat tidak berkerumun guna mencegah penyebaran Covid-19.

Ada ratusan wisatawan yang memadati Pantai Karangsong Indramayu, mereka juga melanggar protokol kesehatan yang dibuat pemerintah.

Berwisatanya mereka di Pantai Karangsong Indramayu langsung dibubarkan paksa oleh polisi.

“Jangan sampai ada penyebaran Covid-19 karena berliburnya masyarakat,” ujar dia.

Meski sudah ditutup sementara oleh pengelola, ratusan wisatawan tetap memaksa berlibur di Pantai Karangsong Indramayu pada momen libur lebaran, Senin (25/5/2020).

Spanduk penutupan Pantai Karangsong Indramayu itu bahkan sudah dipasang sejak pintu masuk tempat wisata.

“UNTUK ANTISIPASI PENYEBARAN COVID-19 TEMPAT USAHA DITUTUP UNTUK SEMENTARA, DEMI KEAMANAN DAN KENYAMANAN KITA BERSAMA,” tulis imbauan pengelola wisata pada spanduk.

Kendati demikian, tetap saja banyak wisatawan yang membandel, mereka memaksa masuk areal wisata yang tak dijaga untuk sekedar bermain di pantai.

Ada yang terlihat tengah asyik berenang, bermain pasir, berswafoto, ataupun hanya nongkrong-nongkrong di warung pinggir pantai.

Mayoritas dari wisatawan itu bahkan melanggar protokol kesehatan dengan tidak mengenakan masker dan berkerumun.

Tidak adanya penghalang jalan diketahui membuat para wisatawan itu nekar masuk ke kawasan wisata Pantai Karangsong Indramayu.

Salah seorang wisatawan asal Desa Pekandangan, Kecamatan Indramayu, Budi Rohimat (37) mengatakan, mengetahui adanya penutupan tempat wisata selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Indramayu.

Hanya saja, ia mengetahui kabar dari media sosial bahwa Pantai Karangsong Indramayu masih boleh dimasuki.

Lain halnya dengan tempat wisata pantai lainnya di Kabupaten Indramayu, disampaikan Budi Rohimat wisata pantai lainnya ditutup dan dihalangi.

Hal ini yang membuat banyaknya wisatawan berdatangan ke Pantai Karangsong Indramayu.

“Liat di google itu di buka terus liat banyak orang masuk ya ikutan saja,” ujar dia

Di lokasi, tidak ada satu pun pengelola pantai yang berjaga, para wisatawan itu masuk areal pantai tanpa membayar tiket masuk.

Para wisatawan itu bahkan membawa kendaraan mereka masuk ke areal pantai, sedangkan lahan parkir luas di pintu masuk sepi.

Salah seorang pedagang di Pantai Karangsong Indramayu, Wanto (41) mengatakan, tidak adanya pengelola pantai karena tempat wisata setempat ditutup sementara.

Adapun para pengunjung yang berlibur di Pantai Karangsong Indramayu diketahui membeludak kemarin dan sekarang.

“Baru kemarin dan hari ini ramai, kalau malam takbiran sepi saya juga dagang cuma ngelayanin satu orang, kalau yang ngejaga gak ada,” ujarnya.

Mengetahui hal tersebut, jajaran Sat Polair Polres Indramayu segera membubarkan paksa wisatawan, mereka diminta pulang ke rumah masing-masing.

“Jangan sampai ada penyebaran Covid-19 karena berliburnya masyarakat,” ujar dia.a

 Ratusan wisatawan Pantai Karangsong Indramayu berhamburan saat dibubarkan paksa polisi, Senin (25/5/2020).

Pada H+2 lebaran tahun ini masih banyak saja para wisatawan yang memanfaatkan waktu bersama keluarga untuk berlibur.

Mereka bahkan rela berdesak-desakan bersama ratusan wisatawan lainnya, ada yang terlihat tengah berenang, bermain pasir, atau sekedar nongkrong di warung-warung pinggir pantai.

Padahal pemerintah sudah meminta dengan tegas agar masyarakat menjauhi kerumunan guna mempercepat pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

Tempat wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah itu bahkan sudah jelas dipasangi spanduk bertuliskan tutup sementara, namun para wisatawan tetap saja memaksa masuk untuk berlibur.

Mengetahui hal tersebut, jajaran Sat Polair Polres Indramayu segera menuju lokasi pantai dan langsung membubarkan seluruh pengunjung agar pulang ke rumah masing-masing.

Kasat Polair Polres Indramayu, AKP Tohari mengatakan, berkerumunnya masyarakat dikhawatirkan bakal menjadi penyebab virus corona terus menyebar di Kabupaten Indramayu.

“Yang dibubarkan tadi tidak sampai ribuan tapi ratusan, namun karena yang terlihat pengunjung hilir mudik jadi nampaknya seperti banyak,” ujar dia.

Dia juga meminta kepada masyarakat agar Peraturan Bupati Indramayu Nomor 29 Tahun 2020 terkait pedoman pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bisa diindahkan.

“Jangan sampai ada penyebaran Covid-19 karena berliburnya masyarakat,” ujar dia.

Sementara itu, salah seorang wisatawan asal Desa Pekandangan, Kecamatan Indramayu, Budi Rohimat (37) mengaku tengah berlibur bersama keluarga untuk mengisi hari libur lebaran.

Ia mengatakan sudah menjadi agenda rutin setiap momen lebaran mengajak anak-anak bermain di pantai.

“Lagi maen saja, udah biasa ke sini karena dekat rumah,” ujarnya.

Kendati demikian diakui Budi Rohimat, dirinya juga merasa takut dengan banyaknya wisatawan yang ikut berlibur di pantai setempat.

“Takut juga sih ada corona, tapi jaga-jaga saja, jaga jarak saja,” ucapnya.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.