oleh

Bahas Situasi Bangsa Indonesia Pasca Pandemi, DPP Geomaritim Ikuti Webinar yang Digelar JDBI

-Tak Berkategori-2.388 views

Jakarta, Geomaritimnews, – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Poros Maritim Indonesia (DPP Geomaritim) mengikuti Diskusi Webinar “Bangsa Indonesia Pasca Pandemik Covid 19”.

Diskusi ini  digelar oleh JatiDiri Bangsa Indonesia (JDBI) yang berfokuskan membahas bagaimana bangsa Indonesia dalam menghadapi pasca pandemi Covid-19 yang mewabah di seluruh Dunia.

Gerakan Poros Maritim Indonesia (Geomaritim) sebagai Organisasi Masyarakat (Ormas) yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, turut ikut dalam webinar ini,

Augustin Nurul Fatimah selaku perwakilan dari Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Poros Maritim Indonesia (DPP Geomaritim),  saat menghadiri diskusi mengatakan bahwasanya tingkat perekonomian yang menurun di Indonesia sangatlah mempengaruhi segala lapisan masyarakat terutama masyarakat kecil.

“Semua lapisan masyarakat sangat terpengaruh dengan mewabahnya Corona ini, khususnya lapisan masyarakat bawah, mulai dampak psikologis dampak akibat Corona ini juga mempengaruhi perekonomian mereka nantinya”ujar Nurul

Ia juga menambahkan keikutsertaannya kali ini, menunjukan betapa pentingnya bagi anggota  Geomaritim untuk selalu mengikuti perkembangan di masyarakat Indonesia kini.

Utusan DPP Geomaritim Agustin Nurul Fatimah (Lingkar Merah)

Diskusi ini menampilkan beberapa Narasumber  penting seperti Prof.Dr.Ir Gede Raka selaku Dewan Pakar YJDB, dan Dr. Nani Nurrachman Sutoyo Selaku Psikolog dan Dewan Pakar YJDB.

Dalam Pembukaan Diskusi Dr. Nani Nurrachman mengatakan bahwa perubahan karakter pada masa Pandemi Covid-19 ini dapat mengarah secara positif dan negatif, dan karakter asli seseorang akan muncul bila dalam situasi krisis.

“Karakter adalah sikap dan tindakan yang di pelajari dibentuk dari pengalaman maka ia dapat berubah, perubahan tersebut dapat bersifat positif atau negatif, dan akan muncul karakter asli seseorang atau masyarakat apabila dihadapkan dalam situasi krisis” ujar Nani.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada pasca pandemi atau masa “New Normal” belum bisa diprediksi tetapi sudah bisa diantisipasi dari mulai resesi ekonomi hingga pola masyarakat yang akan berubah.

“The New Normal belum bisa diramalkan, tapi sudah bisa diantisipasi terjadinya resesi ekonomi dunia, pola kehidupan masyarakat akan berubah, kesenjangan antara yang kaya-miskin semakin terasakan/terlihat, hambatan pertumbuhan & perkembangan anak-anak/generasi muda” tambah Nani.

Kemudian pembicara kedua Prof Gede Raka membahas Dampak dari Pandemi Covid-19 di Dunia dan Indonesia, dari mulai tingkat ekonomi yang merosot dan keseimbangan di dunia berubah.

“Dampak pandemi Covid-19 sangatlah merata di dunia mulai ekonomi yang mandek, pola hidup berubah (new normal), peran teknologi makin besar serta keseimbangan dunia yang berubah, sedangkan di Indonesia sendiri akan makin banyak penduduk miskin, kesenjangan antar daerah dan antar kaya miskin semakin membesar” kata Prof Gede Raka

Prof Gede Raka juga mengingatkan bahwa negara yang bangkit lebih cepat dari pandemi ini adalah negara yang raktnya disiplin , tidak rentan terhadap konflik sosial serta mempunyai tenanga kerja yang berkualitas dan kreatif.

“Negara yang akan bangkit lebih cepat dari pandemi Covid-19 ini adalah negara yang masyarakatnya disiplin, suka bekerja keras yang tidak rentan terhadap konflik sosial serta negara yang tenaga kerjanya berkualitas dan kreatif, infrastruktur yang bagus dan pemeritahan yang tatakelolanya baik juga sangat mendukung proses cepatnya suatu negara” tutup Prof Gede Raka

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.