oleh

Pererat Kerjasama Penegakan Hukum di lautan, Kakorpolairud Kunjungi Kantor Bakamla

-Tak Berkategori-1.710 views

Jakarta, Geomaritimnews, – Kepala Badan Keamanan Laut (Kabakamla) Laksamana Madya Aan Kurnia mendapat kunjungan kehormatan (courtesy call) dari Kepala Korps Polisi Air dan Udara Badan Pemeliharaan Keamanan (Kakorpolairud Baharkam) Polri, Irjen Lotahria Latif di kantor Bakamla, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus).

“Kabakamla berharap kunjungan ini ke depan dapat mempererat hubungan Bakamla dan Polairud, serta membuat tugas bersama menjadi lebih baik,” kata Latif dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/6).

Latif juga menyampaikan Aan membahas soal perlunya koordinasi yang baik antara pihaknya dengan instansi lain dan dalam waktu dekat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Indonesia (KPLP) Aakan bergabung dengan Bakamla karena KPLP memiliki sangat banyak armadanya sehingga dapat memperkuat Bakamla. Latif juga menuturkan Aan membahas perihal SDM Bakamla yang juga perlu ditingkatkan.

“Oleh karena itu perlu kerja sama dengan instansi lain seperti Polri dan TNI AL,” ucap Latif.

Sementara itu Latif mengatakan kepada Aan soal kunjungannya yang merupakan bentuk konkrit dari koordinasi dan komunikasi yang baik antara Bakamla dan Polairud. Latif menyebut jajaran Polairud berkomitmen untuk membawa perubahan, dalam hal penegakan hukum di laut.

“Polairud berkomitmen untuk melakukan secara profesional. Setiap ada permasalahan terlebih dahulu akan dilakukan gelar perkara, hal ini merupakan bentuk keterbukaan kepada masyarakat dalam proses penyidikan. Saya berharap agar hal yang baik dipertahankan dan yang kurang dapat diperbaiki,” ujar Latif.

Latif selanjutnya menerangkan kunjungannya juga bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi, serta aksi bersama dalam menjaga keamanan dan keselamatan di laut. Serta meniadakan kesan adanya tumpang tindih dalam tugas dan kewenangan.

“karena semuanya telah diatur dalam perundangan-undangan yang telah ditetapkan. Kunjungan ini juga untuk meningkatkan sinergitas operasional di lapangan dalam pelayanan serta perlindungan para pelaku ekonomi di sektor kelautan,” terang dia.

Latif pun sempat menerangkan informasi singkat tentang Polairud, di mana Polair dibentuk sejak tahun 1950. Sementara Poludara sejak tahun 1956.

“Jumlah personil Polairud saat ini berjumlah 7.500 orang dari tingkat Mabes hingga kewilayahan. Semua tersebar hingga ke tingkat polres,” terang Latif.

Pada akhir pertemuan, Latif menghadiahi Aan dengan buku sejarah Korpolairud berjudul ‘Kepolisian Perairan dan Udara dalam Lintasan Sejarah Nusantara’. Dala, buku itu dimuat informasi tentang sejarah, tugas pokok, fungsi, peran dan pencapaian Korpolairud Baharkam Polri.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.