oleh

BMKG Beri Peringatan Gelombang Tinggi Untuk Wilayah Perairan Kepri

Jakarta, Geomaritimnews, – Potensi gelombang laut ekstrem masih terjadi pada tiga wilayah di Provinsi Kepri.Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika meminta warga dan aktivitas kelautan untuk waspada terhadap potensi gelombang laut di wilayah Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga serta Kabupaten Kepulauan Anambas.

Tinggi gelombang pada 3 wilayah ini diprediksi mencapai ketinggian 2 meter. Sementara perairan di Kota Batam dan Kabupaten Karimun diprediksi mencapai 0,8 meter. Kemudian di Kabupaten Natuna mencapai 1 meter.

“Secara umum kondisi cuaca hari ini diprakirakan berawan. Namun terdapat potensi hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ucap Kepala BMKG Batam melalui forecasternya, Rizky F. Widowati dalam keteranganny, Selasa (28/7).

Data prakiraan cuaca BMKG menyebutkan, suhu udara di Kepri berkisar antara 23 sampai 33 derajat Celcius, dengan kecepatan angin rata-rata 5-20 kilometer per jam. Selain itu kelembapan udara mencapai 65 sampai 98 persen.

“Adanya perlambatan kecepatan angin akibat belokan angin di wilayah Kepri menyebabkan penumpukan massa udara mendukung pembentukan awan-awan hujan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat dan aktivitas di laut untuk tetap waspada,” ucapnya.

Cuaca ekstrem di Kabupaten Kepulauan Anambas sempat dirasakan penumpang maskapai komersial dari Batam tujuan Bandara Letung, Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri, Minggu (26/7).

Meski sempat mendarat di bandara yang berlokasi di Kecamatan Jemaja Timur, namun pesawat sempat berputar-putar di langit sebelum benar-benar mendarat. Penyebabnya awan tebal yang mengganggu jarak pandang pilot.

“Sempat lima kali berputar sebelum kembali lagi ke Batam,” ucap seorang penumpang maskapai komersial tersebut, Novia.

Penumpang yang kembali lagi ke Batam, diketahui melanjutkan perjalanannya dari Bandara Hang Nadim menuju Bandara Letung sekira pukul 14.20 WIB. Pilot mendapat informasi jika cuaca dikabarkan teduh dan jarak pandang memungkinkan untuk aktivitas penerbangan.

“Cuacanya kurang bagus, ngeri juga. Sampai mual juga tadi, jantung udah dag dig dug gitu,” tuturnya dengan wajah yang tampak lelah.

Penumpang maskapai komersial itu harus melanjutkan perjalanan laut jika ingin ke Tarempa. Menggunakan MV. Citra Indomas, kapal ketika itu membawa 78 penumpang dari Pulau Jemaja dan tiba di Tarempa sekira pukul 17.45 WIB.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed