oleh

Baharudin Farawowan : Soal Rasisme ,Akar Masalahnya Bukan di Papua !

-Tak Berkategori-1.188 views

Jakarta,Geomaritimnews.com,- Video dengan durasi 44 detik, yang menampilkan ujaran rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya menjadi viral di Twitter. Dalam video itu terlihat beberapa orang, termasuk tentara sedang marah lantaran melihat bendera merah putih yang roboh di depan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan No. 10 Surabaya. Lontaran kata rasis memang terdengar, tapi muasal suara tersebut tak jelas.

Kapolda Jawa Timur (Jatim), Irjen Pol Luki Hermawan belum bisa mengambil tindakan terhadap barang bukti video tersebut. Ia mengaku masih menyelidiki dan menjalin komunikasi dengan TNI.

Ketua Umum Relawan Gemar Jokowi-KMA Baharudin Farawowan saat di temui di Ruang kerjanya di Cawang Jakarta Timur (20/08/) menilai  Insiden diatas tidak bisa dipungkiri, beberapa kali pasti ada saja isu politik dan SARA yang mencuat ke permukaan t terhadap masyarakat Papua hal ini tidak dapat di biarkan berlarut-larut Pemerintah harus lebih tegas . Pembantu-pembantu Bapak Jokowi harus lebih sigap dan tanggap melihat hal ini serta mengusut tuntas.

” Pemerintah banyak menggelontorkan anggaran untuk pembangunan Mental manusia Indonesia tapi seakan tidak membuahkan hasil , buktinya rasisme terhadap masyarakat Papua bahkan Indonesia Timur umumnya selalu saja datang pergi dan datang lagi, ” Ujar Bahar yang juga adalah Mantan Sekretaris TKD Jokowi -JK Provinsi Papua pada Pilpres Tahun 2014

Iapun menambahkan jika Pemerintah mau bukti datang saja ke kota-kota studi di Jawa sini  dan dengarkan kesaksian anak-anak Papua atau anak-anak Indonesia Timur lainnya  betapa sulitnya mencari Kost di Kota studi tersebut.

” Agar tidak ada lagi sekat dalam Visi lima tahun mendatang Bapak Jokowi-KMA tentang SDM Indonesia unggul dan maju maka hal ini harus benar-benar  mendapat perhatian serius, jangan lagi ada rasisme terhadap bukan saja Rakyat  Papua namun semua suku di Indonesia”

Lebih lanjut menurutnya Orang Papua tidak mempunyai Rasa Rasisme sedikitpun terhadap suku lain,warga Papua penuh toleransi dan mampu hidup berdampingan dengan damai. Teman-teman kita disana ( Tanah Papua Red) dari berbagai suku dan agama, disana kami tidak lagi berpikir eksklusif tentang golongan tapi Semua berbaur dan saling mengerti. (Cakra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.