oleh

5 Fakta Pada Ikan Mujair , Salah Satunya Menyebabkan Kanker

Jakarta, Geomaritimnews, – Mujair adalah sejenis ikan air tawar yang menyebar di perairan Afrika dan di Indonesia dan pertama kali ditemukan oleh Pak Mujair di muara Sungai Serang pantai selatan Blitar, Jawa Timur pada tahun 1939.

Ikan mujair sering sekali di konsumsi oleh masyarakat Indonesia, mulai dari tingkat rumah tangga sampai dengan tingkat restoran.

Mudah di kembang biakan serta rasanya yang enak menjadikan mujair sebagai salah satu komoditi utama peternak ikan tawar di Indonesia.

Meskipun ikan mujair merupakan salah satu sumber protein yang baik bagi tubuh, ada beberapa efek negatif yang dimiliki ikan mujair.

Berikut 5 fakta negatif ikan mujair yang wajib diketahui

  1. Ikan yang Mudah di Ternakan

Masih banyak peternak yang membudidayakan ikan dan hanya fokus pada keuntungan saja. Hasilnya, tentu kualitas dari ikan-ikan tersebut tak diperhatikan dan hanya mementingkan kuantitas. Kondisi tersebut akan memperparah polusi dan tentunya membuat kualitas ikan itu sendiri berkurang.Harganya yang relatif murah membuat banyak ibu rumah tangga yang memilih ikan mujair sebagai menu makanan sehari-hari.

  1. Tingginya Kadar Lemak Buruk

Bila ikan mujair liar makan tumbuhan air dan algae, ikan mujair di peternakan ikan akan makan jagung dan pelet kedelai.Selain itu, ikan-ikan tersebut juga akan digemukkan.Sayangnya proses penggemukan tersebut membuat ikan memiliki kandungan lemak yang tak baik bagi tubuh kita.Misalnya, kandungan asam lemak omega-6 yang sangat tinggi. Padahal yang dibutuhkan tubuh kita adalah asam lemak omega-3. Kadar omega-6 pada ikan mujair lebih tinggi daripada satu porsi hamburger.

  1. Mengandung Zat Kimiawi

Ikan-ikan pada peternakan biasanya diberi antibiotik dan sangat mungkin terpapar pestisida yang seharusnya digunakan untuk memberantas hama.Selain itu, sering ditemukan juga ikan mujair yang mengandung bahan kimia yang sama seperti yang ada pada plastik PVC, yaitu dibutyltin. Kandungan ini akan menyebabkan obesitas, alergi, asma, dan gangguan metabolik lainnya apabila dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

  1. Pemakan Kotoran

Tahukah anda bahwa ikan mujair dari peternakan ikan yang sangat padat akan cenderung memakan kotorannya sendiri. Bahkan di negara tertentu, ikan mujair juga diberi makanan dari kotoran itik atau babi.Padahal dalam kotoran tersebut mengandung mikroba jahat seperti salmonella yang sangat tinggi bila terkonsumsi bisa mengganggu fungsi tubuh kita.

  1. Dapat Memicu Kanker

Ikan mujair merupakan produk perikanan yang seringkali tidak mendapat perawatan yang tepat, sehingga memiliki kandungan dioxin yang tinggi. Dioxin adalah racun kimiawi yang bersifat karsinogen atau memicu kanker. Sekali dioxin masuk ke tubuh kita, dibutuhkan waktu 7 hingga 11 tahun sebelum benar-benar bersih di tubuh kita.

Oleh sebab itu, alangkah baiknya bila kita memang sedang ingin mengonsumsi ikan mujair atau ikan lainnya, pastikan dulu tingkat kebersihanya dan darimana ikan tersebut berasal.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed