oleh

Tergerus Gelombang Besar, Bibit Mangrove di Pesisir Kota Semarang Alami Kerusakan

Jakarta, Geomaritimenws, – Tanaman mangrove di pesisir Mangunharjo Kota Semarang mengalami kerusakan.Kerusakan lantaran terjadi gelombang besar yang hantam bibit mangrove, yang terjadi dalam kurun waktu tiga bulan ini mulai Mei hingga Juni.

“Kerusakan mencapai 40 persen namun segera kami lakukan tambal sulam,” ujar penggiat lingkungan pesisir, Sururi, Senin (27/7).

Menurut Sururi, kerusakan tersebut berupa bibit mangrove tertimbun pasir.Cara menanggulanginya, dia melakukan tambal sulam dengan menanam bibit mangrove yang baru.Kegiatan tersebut harus segera dilakukan selepas gelombang laut sudah mulai turun yang terjadi mulai pertengahan Juni ini.

“Kalau tidak secepatnya ditanami keburu pasir hilang dan tidak ada timbunan pasir sebagai tempat penanaman bibit, Total bibit yang kami gunakan untuk tambal sulam sejumlah 2 ribu bibit,” terangnya.

Dijelaskan Sururi, peringatan hari Mangrove Internasional yang diperingati setiap 26 Juli diisi dengan kegiatan menanam bersama para mahasiswa dari satu PTN di Kota Semarang.Kegiatan menanam tersebut memang sempat vakum lantaran pandemi virus Corona yang melarang aktifitas mengumpulkan massa.

“Meski masa pandemi saya tetap lakukan tanam mangrove total 8 ribu bibit baru telah ditanam, Kegiatan itu dibantu beberapa mahasiswa dari Unnes, Undip dan UIN yang saya batasi jumlah pesertanya,” terangnya.

Sururi menambahkan, permintaan dari masyarakat maupun lembaga untuk membantu kegiatan tanam mangrove di pesisir kini sudah mulai banyak.Terdapat dua pihak swasta dan dua Universitas yang akan melakukan kegiatan tanam mangrove.

Hanya saja pihaknya lebih ketat dalam aturan terutama jumlah peserta lantaran takut melanggar protokol kesehatan.

“Silahkan siapa saja yang ikut menanam masih ada kesempatan perbaiki lingkungan terutama lingkungan pesisir,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed