oleh

Bahayakan Kesehatan Laut, Menteri Trenggono Tegaskan Larangan Overfishing

Jakarta, Geomaritimnews, – Dengan Melarang Penangkapan Ikan Secara berlebihan (Overfishing) Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berharap hal tersebut dapat memajukan sektor kelautan Tanah Air.

Berbicara dalam pagelaran CNBC Indonesia Economic Update, Jumat (17/07/2021), Menteri Trenggono mengemukakan bahwa luas wilayah laut Indonesia mencapai 6,4 juta kilo meter (km). Dengan beragam biota laut, bukan tidak mungkin sektor perikanan nasional bisa menjadi yang terbesar di dunia.

“Produksi perikanan kita besar sekali. Namun pendapatan negara atau penataan penangkapan ikan belum ditata dengan baik. Tentu program kami di 2021 – 2024 adalah melakukan penataan terstruktur,” ujar Menteri Trenggono dalam CNBC Indonesia Economic Update: Kebangkitan Ekonomi Indonesia, Jumat (17/07/2021).

Indonesia memiliki sumber daya alam pesisir yang cukup besar karena didukung oleh ekosistem yang mumpuni. Bahkan, beragam biota laut juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi, salah satunya adalah ikan.

Namun, harus diakui bahwa masih ada ancaman yang membahayakan kesehatan laut yang berpotensi menurunkan jumlah ikan di laut yang berlimpah dan kemudian berpengaruh kepada jumlah produksi.

Ancaman yang dimaksud adalah penangkapan ikan secara berlebihan yang pada akhirnya mengakibatkan penurunan stok ikan di luar (overfishing). Menteri Trenggono memastikan, ke depan hal tersebut tidak boleh lagi terjadi.

“Tidak boleh lagi overfishing terjadi di NKRI. Itu sudah kita tuangkan dalam satu peraturan-peraturan di antaranya pembatasan-pembatasan,” Kata Menteri Trenggono.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan kalkulasi potensi di setiap penangkapan ikan di sekitar perairan Natuna, Selat Malaka, wilayah Selatan Jawa Sumatera, Indonesia Timur, hingga wilayah yang berbatasan dengan pasifik.

“Kita akan buat modeling penangkapan terukur. Mudah-mudahan 2-3 tahun ke depan akan ada satelit industri perikanan yang tangkap yang ramah lingkungan jadi ada unsur konservasi,” tegasnya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed